Berapa Kali Dermapen untuk Menghilangkan Bopeng? Yuk, Cari Tahu Bareng

Jon E8

Member
Kalau kamu pernah bercermin dan merasa tekstur kulit wajah terlihat tidak rata, terutama bekas jerawat yang membentuk cekungan kecil, kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami hal serupa, dan biasanya kondisi ini disebut bopeng. Di forum-forum skincare, salah satu treatment yang sering dibahas untuk masalah ini adalah dermapen. Tapi pertanyaannya, sebenarnya berapa kali dermapen dibutuhkan supaya hasilnya kelihatan?

Kenalan Singkat dengan Dermapen
Dermapen adalah perawatan kulit yang menggunakan alat berbentuk pena dengan jarum-jarum halus di ujungnya. Jarum ini bekerja dengan cara membuat luka mikro di permukaan kulit. Kedengarannya agak serem ya, tapi tenang. Luka mikro ini justru bertujuan untuk merangsang kulit agar memproduksi kolagen baru.

Kolagen ini ibarat pondasi rumah. Kalau pondasinya kuat dan rata, tampilan kulit juga jadi lebih halus. Makanya, dermapen sering dipilih untuk membantu menyamarkan bopeng, bekas jerawat, dan tekstur kulit yang tidak merata.

Jadi, Berapa Kali Dermapen Dibutuhkan?
Jawabannya tidak bisa satu angka untuk semua orang. Umumnya, dermapen dilakukan dalam beberapa sesi, biasanya antara tiga sampai enam kali perawatan. Setiap sesi biasanya diberi jarak sekitar empat sampai enam minggu.

Kenapa perlu berkali-kali? Karena proses perbaikan kulit itu bertahap. Sama seperti olahraga, sekali gym saja tidak langsung bikin badan ideal. Kulit juga butuh waktu untuk membentuk kolagen baru dan memperbaiki strukturnya secara perlahan.

Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Sesi
Ada beberapa hal yang menentukan berapa kali kamu perlu melakukan dermapen. Pertama, tingkat keparahan bopeng. Bopeng yang dangkal biasanya lebih cepat membaik dibanding bopeng yang dalam.

Kedua, kondisi kulit masing-masing orang. Ada kulit yang responsif dan cepat menunjukkan perubahan, ada juga yang butuh proses lebih panjang. Ketiga, konsistensi perawatan dan perawatan pendukung setelahnya. Kalau setelah dermapen kamu rajin menjaga kulit, hasilnya biasanya lebih optimal.

Contoh Nyata di Kehidupan Sehari-hari
Bayangkan dua orang teman yang sama-sama punya bekas jerawat. Yang satu bopengnya ringan karena jerawatnya dulu cepat ditangani. Yang satu lagi bopengnya cukup dalam karena sering dipencet dan dibiarkan lama. Saat menjalani dermapen, tentu hasil dan jumlah sesi yang dibutuhkan akan berbeda.

Teman pertama mungkin sudah mulai puas setelah tiga kali perawatan. Sementara teman kedua baru melihat perubahan signifikan setelah lima atau enam sesi. Ini wajar dan tidak berarti perawatannya gagal.

Hasil yang Bisa Diharapkan Secara Realistis
Dermapen bukan sulap yang langsung menghilangkan bopeng sepenuhnya. Hasil yang paling sering dirasakan adalah tekstur kulit yang lebih halus, bopeng tampak lebih samar, dan kulit terlihat lebih sehat.

Kalau kamu berharap kulit langsung mulus tanpa jejak, sebaiknya turunkan ekspektasi sedikit. Justru dengan harapan yang realistis, kamu bisa lebih menikmati proses dan menghargai setiap perubahan kecil yang terjadi.

Pentingnya Konsultasi dan Perawatan Lanjutan
Sebelum memutuskan dermapen, ada baiknya konsultasi dulu dengan klinik atau tenaga profesional yang berpengalaman. Mereka bisa membantu menilai kondisi kulitmu dan menyarankan jumlah sesi yang sesuai.

Selain itu, perawatan setelah dermapen juga penting. Menjaga kelembapan kulit, menggunakan sunscreen, dan menghindari paparan matahari berlebih akan sangat membantu proses pemulihan dan hasil akhir.

Kalau kamu ingin memahami lebih detail soal frekuensi dan pertimbangan dermapen untuk bopeng, kamu bisa baca pembahasan lengkapnya di artikel ini: berapa kali dermapen untuk menghilangkan bopeng.

Intinya, dermapen bisa jadi solusi yang menjanjikan untuk bopeng, asal dijalani dengan sabar, konsisten, dan ekspektasi yang masuk akal. Yuk, rawat kulit pelan-pelan dan beri waktu untuk berubah.
 
Loading...
Top