Facial untuk Umur Berapa dan Kenapa Waktu Mulai Itu Penting

Jon E8

Member
Facial sering dianggap sebagai perawatan wajah yang identik dengan orang dewasa. Padahal, kebutuhan kulit setiap usia itu berbeda dan menarik untuk dibahas dari sekarang. Banyak orang mulai bertanya, facial sebaiknya dilakukan sejak umur berapa supaya hasilnya terasa dan kulit tetap nyaman.

Kalau kamu pernah merasa kulit kusam, berminyak berlebih, atau mudah berjerawat, bisa jadi itu tanda kulit butuh perawatan ekstra. Facial bukan soal tampil mewah, tapi tentang memahami kebutuhan kulit di fase usia tertentu.

Mengenal Kebutuhan Kulit di Usia Remaja
Di usia remaja, perubahan hormon biasanya membuat kulit lebih aktif memproduksi minyak. Ini sering terlihat dari munculnya komedo dan jerawat kecil. Facial untuk usia ini sebaiknya fokus pada pembersihan ringan, bukan perawatan yang terlalu intens.

Contohnya, pelajar SMA yang mulai sering beraktivitas di luar ruangan. Debu dan keringat menumpuk, lalu dibersihkan hanya dengan sabun wajah. Facial ringan sebulan sekali bisa membantu membersihkan pori pori tanpa membuat kulit iritasi.

Kuncinya adalah memilih jenis facial yang sederhana dan dilakukan oleh terapis yang paham kondisi kulit muda.

Usia 20an dan Awal Perawatan Rutin
Memasuki usia 20an, kulit biasanya terlihat paling segar. Tapi justru di fase ini, banyak orang mulai kurang memperhatikan perawatan karena merasa kulit masih baik baik saja. Padahal, facial di usia ini bisa berperan menjaga keseimbangan kulit.

Misalnya, pekerja kantoran yang sering terpapar AC dan polusi jalanan. Kulit bisa terlihat kusam meski jarang berjerawat. Facial dengan fokus hidrasi dan relaksasi bisa membantu menjaga kondisi kulit tetap stabil.

Di usia ini, facial tidak perlu terlalu sering. Cukup disesuaikan dengan aktivitas dan kondisi kulit masing masing.

Memasuki Usia 30an dan Fokus Perawatan Lebih Dalam
Di usia 30an, banyak orang mulai menyadari perubahan halus pada wajah. Kulit terasa lebih kering, garis halus mulai muncul, dan regenerasi kulit terasa lebih lambat. Facial di fase ini biasanya mulai berfokus pada perawatan yang membantu menjaga elastisitas kulit.

Contoh nyatanya, ibu bekerja yang membagi waktu antara kantor dan rumah. Waktu istirahat terbatas, stres meningkat, dan kulit ikut terpengaruh. Facial bisa menjadi momen untuk merawat diri sekaligus membantu kulit terlihat lebih segar.

Pemilihan jenis facial tetap perlu disesuaikan. Tidak harus mahal, yang penting sesuai kebutuhan kulit.

Facial Bukan Soal Umur Tapi Kesiapan Kulit
Pertanyaan soal facial untuk umur berapa sebenarnya kembali ke kondisi kulit masing masing. Ada yang di usia 18 sudah butuh perawatan rutin, ada juga yang di usia 30 baru mulai. Yang penting adalah mendengarkan sinyal dari kulit.

Kalau wajah terasa kasar, kusam, atau produk skincare harian terasa kurang bekerja, itu bisa jadi tanda untuk mulai mempertimbangkan facial. Diskusi dengan terapis atau klinik yang terpercaya juga membantu menentukan perawatan yang tepat.

Topik ini dibahas lebih lengkap dalam artikel facial untuk umur berapa memahami waktu yang tepat merawat wajah dengan lebih bijak yang bisa jadi referensi tambahan sebelum kamu memutuskan.

Yuk Lebih Peka dengan Kebutuhan Kulit
Merawat wajah bukan soal ikut tren atau tekanan sosial. Ini lebih ke memahami kebutuhan diri sendiri. Kamu mungkin pernah merasa ragu masuk ke tempat facial karena takut belum waktunya. Padahal, yang terpenting adalah kenyamanan dan manfaatnya untuk kulitmu.

Menarik untuk dipikirkan, di usia berapa kamu mulai benar benar memperhatikan kondisi kulit wajah. Apakah karena masalah tertentu, atau karena ingin merawat sejak dini. Cerita dan pengalaman seperti ini sering membuat kita sadar bahwa setiap orang punya perjalanan perawatan kulit yang berbeda.
 
Loading...
Top