Jon E8
Member
Kalau ngobrol dengan sesama pelaku usaha lokal, topik logistik sering terasa teknis dan agak ribet. Padahal, logistik sangat dekat dengan hal yang kita rasakan setiap hari, terutama soal biaya. Mulai dari ongkos kirim, biaya simpan barang, sampai harga beli dari supplier. Semua ini diam diam memengaruhi margin keuntungan.
Banyak bisnis lokal sebenarnya punya produk bagus dan pelanggan setia, tapi keuntungannya terasa tipis. Pernah kepikiran kalau masalahnya bukan di penjualan, tapi di cara mengelola biaya logistik?
Logistik Tidak Pernah Netral terhadap Harga Jual
Setiap barang yang kamu jual pasti melewati proses logistik. Ada biaya yang menyertainya, entah itu pengiriman, bongkar muat, atau penyimpanan. Masalahnya, biaya ini sering tidak dihitung secara detail.
Contoh sederhana, pemilik toko kelontong yang belanja ke grosir setiap dua hari sekali. Ongkos bensin, waktu, dan tenaga sering dianggap sepele. Padahal kalau dihitung rutin, jumlahnya bisa cukup besar dalam sebulan.
Kalau biaya biaya ini tidak masuk perhitungan harga jual, wajar kalau laba terasa tidak maksimal.
Contoh Nyata di Usaha Sehari Hari
Bayangkan usaha makanan rumahan yang menerima pesanan online. Setiap pesanan dikirim dengan layanan instan. Di awal, biaya kirim sering ditanggung penjual demi menarik pembeli.
Masalah muncul saat pesanan makin banyak. Biaya logistik ikut naik, tapi harga jual tetap sama. Lama lama, keuntungan tergerus tanpa disadari.
Di titik ini, banyak pelaku usaha mulai bingung. Penjualan naik, tapi kok uang tidak terasa bertambah.
Hubungan Logistik dan Penentuan Harga
Logistik seharusnya jadi bagian dari perhitungan harga, bukan sekadar biaya tambahan yang diingat belakangan. Dengan memahami alur logistik, kamu bisa tahu di mana biaya paling besar muncul.
Apakah di pengiriman bahan baku. Apakah di penyimpanan karena stok terlalu banyak. Atau justru di pengiriman ke pelanggan yang tidak efisien.
Dari sini, kamu bisa menentukan harga jual yang lebih realistis tanpa harus takut merugi.
Mengajak Lebih Jeli Melihat Angka
Banyak bisnis lokal ragu menaikkan harga karena takut pelanggan kabur. Padahal, masalahnya sering bukan soal harga mahal, tapi perhitungan yang kurang matang.
Coba deh sesekali duduk dan hitung ulang. Berapa total biaya logistik per produk. Sudahkah semua masuk ke harga jual. Atau ada biaya yang selama ini kamu tanggung diam diam.
Diskusi seperti ini sering membuka mata. Ternyata selisih kecil per item, kalau dikalikan ratusan transaksi, dampaknya besar.
Logistik Rapi Membantu Kontrol Keuntungan
Dengan pencatatan logistik yang rapi, kamu bisa lebih mudah mengevaluasi. Supplier mana yang paling efisien. Pola pengiriman apa yang paling hemat. Dan kapan waktu terbaik untuk stok ulang.
Pelaku usaha lokal yang mulai sadar ini biasanya lebih tenang dalam mengambil keputusan. Mereka tahu alasan di balik harga yang dipasang, bukan sekadar ikut pasar.
Pernah nggak kamu merasa ragu saat menentukan harga karena tidak yakin hitungannya? Itu sinyal bahwa logistik perlu diperhatikan lebih serius.
Mulai dari Langkah Sederhana
Kamu tidak perlu sistem mahal untuk mulai. Cukup catat biaya logistik utama. Ongkos kirim, transportasi, dan biaya tambahan lain yang sering muncul.
Setelah itu, masukkan ke perhitungan harga. Dari sini, kamu bisa melihat apakah margin masih sehat atau perlu penyesuaian.
Langkah kecil ini sering jadi titik balik bagi banyak bisnis lokal.
Untung Rugi Tidak Datang Tiba Tiba
Dalam bisnis lokal, untung atau rugi jarang terjadi secara mendadak. Biasanya hasil dari keputusan kecil yang diulang terus menerus, termasuk dalam mengelola logistik dan menentukan harga.
Kalau kamu ingin memahami lebih dalam soal konsep sederhana yang sering jadi penentu margin, kamu bisa membaca artikel tentang mark up adalah sebagai referensi tambahan.
Yuk, mulai lihat logistik bukan cuma sebagai urusan kirim barang, tapi sebagai bagian penting dari strategi bisnis yang menentukan kesehatan usaha dalam jangka panjang.
Banyak bisnis lokal sebenarnya punya produk bagus dan pelanggan setia, tapi keuntungannya terasa tipis. Pernah kepikiran kalau masalahnya bukan di penjualan, tapi di cara mengelola biaya logistik?
Logistik Tidak Pernah Netral terhadap Harga Jual
Setiap barang yang kamu jual pasti melewati proses logistik. Ada biaya yang menyertainya, entah itu pengiriman, bongkar muat, atau penyimpanan. Masalahnya, biaya ini sering tidak dihitung secara detail.
Contoh sederhana, pemilik toko kelontong yang belanja ke grosir setiap dua hari sekali. Ongkos bensin, waktu, dan tenaga sering dianggap sepele. Padahal kalau dihitung rutin, jumlahnya bisa cukup besar dalam sebulan.
Kalau biaya biaya ini tidak masuk perhitungan harga jual, wajar kalau laba terasa tidak maksimal.
Contoh Nyata di Usaha Sehari Hari
Bayangkan usaha makanan rumahan yang menerima pesanan online. Setiap pesanan dikirim dengan layanan instan. Di awal, biaya kirim sering ditanggung penjual demi menarik pembeli.
Masalah muncul saat pesanan makin banyak. Biaya logistik ikut naik, tapi harga jual tetap sama. Lama lama, keuntungan tergerus tanpa disadari.
Di titik ini, banyak pelaku usaha mulai bingung. Penjualan naik, tapi kok uang tidak terasa bertambah.
Hubungan Logistik dan Penentuan Harga
Logistik seharusnya jadi bagian dari perhitungan harga, bukan sekadar biaya tambahan yang diingat belakangan. Dengan memahami alur logistik, kamu bisa tahu di mana biaya paling besar muncul.
Apakah di pengiriman bahan baku. Apakah di penyimpanan karena stok terlalu banyak. Atau justru di pengiriman ke pelanggan yang tidak efisien.
Dari sini, kamu bisa menentukan harga jual yang lebih realistis tanpa harus takut merugi.
Mengajak Lebih Jeli Melihat Angka
Banyak bisnis lokal ragu menaikkan harga karena takut pelanggan kabur. Padahal, masalahnya sering bukan soal harga mahal, tapi perhitungan yang kurang matang.
Coba deh sesekali duduk dan hitung ulang. Berapa total biaya logistik per produk. Sudahkah semua masuk ke harga jual. Atau ada biaya yang selama ini kamu tanggung diam diam.
Diskusi seperti ini sering membuka mata. Ternyata selisih kecil per item, kalau dikalikan ratusan transaksi, dampaknya besar.
Logistik Rapi Membantu Kontrol Keuntungan
Dengan pencatatan logistik yang rapi, kamu bisa lebih mudah mengevaluasi. Supplier mana yang paling efisien. Pola pengiriman apa yang paling hemat. Dan kapan waktu terbaik untuk stok ulang.
Pelaku usaha lokal yang mulai sadar ini biasanya lebih tenang dalam mengambil keputusan. Mereka tahu alasan di balik harga yang dipasang, bukan sekadar ikut pasar.
Pernah nggak kamu merasa ragu saat menentukan harga karena tidak yakin hitungannya? Itu sinyal bahwa logistik perlu diperhatikan lebih serius.
Mulai dari Langkah Sederhana
Kamu tidak perlu sistem mahal untuk mulai. Cukup catat biaya logistik utama. Ongkos kirim, transportasi, dan biaya tambahan lain yang sering muncul.
Setelah itu, masukkan ke perhitungan harga. Dari sini, kamu bisa melihat apakah margin masih sehat atau perlu penyesuaian.
Langkah kecil ini sering jadi titik balik bagi banyak bisnis lokal.
Untung Rugi Tidak Datang Tiba Tiba
Dalam bisnis lokal, untung atau rugi jarang terjadi secara mendadak. Biasanya hasil dari keputusan kecil yang diulang terus menerus, termasuk dalam mengelola logistik dan menentukan harga.
Kalau kamu ingin memahami lebih dalam soal konsep sederhana yang sering jadi penentu margin, kamu bisa membaca artikel tentang mark up adalah sebagai referensi tambahan.
Yuk, mulai lihat logistik bukan cuma sebagai urusan kirim barang, tapi sebagai bagian penting dari strategi bisnis yang menentukan kesehatan usaha dalam jangka panjang.