Jon E8
Member
Kenapa Banyak yang Bingung Soal Sunscreen di Malam Hari?
Topik ini sering bikin bingung karena rutinitas skincare sekarang makin beragam. Ada yang pakai 3 langkah saja, ada juga yang sampai 10 langkah. Di tengah banyaknya produk, sunscreen sering disebut sebagai produk wajib. Tapi pertanyaannya, kalau sudah malam dan tidak ada matahari, masih perlu pakai sunscreen tidak?
Secara logika sederhana, sunscreen atau tabir surya berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari, terutama sinar UV. Jadi wajar kalau muncul kebingungan saat membahas penggunaannya di malam hari. Yuk cari tahu bareng, supaya kamu bisa lebih paham dan tidak sekadar ikut tren.
Sebenarnya Apa Fungsi Sunscreen?
Sunscreen dirancang untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Sinar UVB biasanya berkaitan dengan kulit terbakar, sementara UVA bisa mempercepat tanda penuaan seperti garis halus dan flek hitam. Itu sebabnya sunscreen sangat dianjurkan dipakai setiap pagi, bahkan saat cuaca mendung.
Bayangkan kamu berangkat kerja atau kuliah pukul 8 pagi. Walaupun cuma naik motor sebentar atau jalan kaki dari parkiran ke kantor, kulit tetap terpapar sinar matahari. Di sinilah sunscreen bekerja sebagai tameng.
Namun saat malam hari, sumber utama sinar UV sudah tidak ada. Jadi secara fungsi utama, sunscreen sebenarnya tidak lagi dibutuhkan.
Apakah Sunscreen Boleh Dipakai di Malam Hari?
Boleh saja, dalam arti tidak berbahaya jika sekali dua kali kamu lupa dan tetap memakainya. Tapi dari sisi fungsi, penggunaan sunscreen di malam hari tidak memberikan manfaat maksimal.
Sunscreen biasanya mengandung filter UV yang memang dirancang untuk melindungi dari sinar matahari. Jika dipakai malam hari, kandungan tersebut tidak punya “musuh” untuk dilawan. Ibarat kamu pakai jas hujan di dalam rumah, tidak salah, tapi juga tidak ada gunanya.
Selain itu, beberapa sunscreen memiliki tekstur yang cukup tebal agar bisa membentuk lapisan pelindung. Kalau dipakai malam hari tanpa alasan khusus, kulit bisa terasa lebih berat atau kurang nyaman, terutama untuk kamu yang kulitnya berminyak atau mudah berjerawat.
Bagaimana dengan Cahaya Lampu dan Layar Gadget?
Ini juga sering jadi alasan kenapa orang berpikir sunscreen tetap perlu di malam hari. Katanya, cahaya dari lampu dan layar ponsel bisa merusak kulit.
Memang ada istilah blue light atau cahaya biru yang dipancarkan dari gadget. Namun paparan dari layar ponsel atau laptop biasanya jauh lebih rendah dibandingkan sinar matahari langsung. Dampaknya ke kulit tidak sekuat paparan UV saat siang hari.
Kalau kamu bekerja di depan komputer hingga larut malam, lebih penting fokus pada perawatan yang membantu memperbaiki dan menenangkan kulit, seperti serum hidrasi atau pelembap malam, dibandingkan menambahkan sunscreen lagi.
Rutinitas Malam yang Lebih Tepat untuk Kulit
Daripada memakai sunscreen, malam hari justru waktu terbaik untuk “memulihkan” kulit. Setelah seharian terpapar polusi, debu, dan sinar matahari, kulit butuh dibersihkan dan diberi nutrisi.
Contohnya, setelah pulang kerja, kamu membersihkan wajah dengan sabun yang lembut, lalu memakai toner, serum, dan night cream. Di sinilah peran produk malam lebih terasa. Kulit cenderung melakukan regenerasi saat kita tidur.
Kalau kamu masih bingung membedakan fungsi produk pagi dan malam, kamu bisa mulai dengan memahami konsep dasar seperti yang dijelaskan di artikel ini tentang apa itu day cream. Dari sana, biasanya lebih mudah memahami kenapa sunscreen masuk kategori produk pagi, bukan malam.
Kapan Sunscreen Tetap Dibutuhkan di Malam Hari?
Ada beberapa kondisi khusus. Misalnya, kamu bekerja di tempat dengan paparan sinar UV buatan yang kuat, atau berada di lingkungan tertentu yang memang membutuhkan perlindungan tambahan. Tapi untuk aktivitas rumah tangga biasa, nonton film, atau sekadar scrolling media sosial sebelum tidur, sunscreen tidak diperlukan.
Contoh nyata yang sederhana, saat kamu lembur sampai jam 10 malam di kantor. Gedung perkantoran umumnya tidak memiliki paparan sinar UV seperti matahari siang hari. Jadi tidak ada alasan kuat untuk mengaplikasikan ulang sunscreen di malam hari.
Jadi, Perlu atau Tidak?
Jawaban singkatnya, tidak perlu. Sunscreen sebaiknya dipakai di pagi dan siang hari saat ada risiko paparan sinar matahari. Malam hari adalah waktu untuk fokus pada hidrasi, perbaikan skin barrier, dan pemulihan.
Kalau selama ini kamu masih memakai sunscreen sebelum tidur karena takut kulit rusak, sekarang kamu sudah tahu bahwa langkah itu bisa diganti dengan perawatan yang lebih sesuai. Yuk atur ulang rutinitas skincare kamu supaya lebih efektif dan tidak berlebihan.
Merawat kulit bukan soal seberapa banyak produk yang dipakai, tapi seberapa tepat kita menggunakannya. Dengan memahami fungsi tiap produk, kamu bisa lebih hemat, lebih nyaman, dan tentu saja lebih percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari.
Topik ini sering bikin bingung karena rutinitas skincare sekarang makin beragam. Ada yang pakai 3 langkah saja, ada juga yang sampai 10 langkah. Di tengah banyaknya produk, sunscreen sering disebut sebagai produk wajib. Tapi pertanyaannya, kalau sudah malam dan tidak ada matahari, masih perlu pakai sunscreen tidak?
Secara logika sederhana, sunscreen atau tabir surya berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari, terutama sinar UV. Jadi wajar kalau muncul kebingungan saat membahas penggunaannya di malam hari. Yuk cari tahu bareng, supaya kamu bisa lebih paham dan tidak sekadar ikut tren.
Sebenarnya Apa Fungsi Sunscreen?
Sunscreen dirancang untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Sinar UVB biasanya berkaitan dengan kulit terbakar, sementara UVA bisa mempercepat tanda penuaan seperti garis halus dan flek hitam. Itu sebabnya sunscreen sangat dianjurkan dipakai setiap pagi, bahkan saat cuaca mendung.
Bayangkan kamu berangkat kerja atau kuliah pukul 8 pagi. Walaupun cuma naik motor sebentar atau jalan kaki dari parkiran ke kantor, kulit tetap terpapar sinar matahari. Di sinilah sunscreen bekerja sebagai tameng.
Namun saat malam hari, sumber utama sinar UV sudah tidak ada. Jadi secara fungsi utama, sunscreen sebenarnya tidak lagi dibutuhkan.
Apakah Sunscreen Boleh Dipakai di Malam Hari?
Boleh saja, dalam arti tidak berbahaya jika sekali dua kali kamu lupa dan tetap memakainya. Tapi dari sisi fungsi, penggunaan sunscreen di malam hari tidak memberikan manfaat maksimal.
Sunscreen biasanya mengandung filter UV yang memang dirancang untuk melindungi dari sinar matahari. Jika dipakai malam hari, kandungan tersebut tidak punya “musuh” untuk dilawan. Ibarat kamu pakai jas hujan di dalam rumah, tidak salah, tapi juga tidak ada gunanya.
Selain itu, beberapa sunscreen memiliki tekstur yang cukup tebal agar bisa membentuk lapisan pelindung. Kalau dipakai malam hari tanpa alasan khusus, kulit bisa terasa lebih berat atau kurang nyaman, terutama untuk kamu yang kulitnya berminyak atau mudah berjerawat.
Bagaimana dengan Cahaya Lampu dan Layar Gadget?
Ini juga sering jadi alasan kenapa orang berpikir sunscreen tetap perlu di malam hari. Katanya, cahaya dari lampu dan layar ponsel bisa merusak kulit.
Memang ada istilah blue light atau cahaya biru yang dipancarkan dari gadget. Namun paparan dari layar ponsel atau laptop biasanya jauh lebih rendah dibandingkan sinar matahari langsung. Dampaknya ke kulit tidak sekuat paparan UV saat siang hari.
Kalau kamu bekerja di depan komputer hingga larut malam, lebih penting fokus pada perawatan yang membantu memperbaiki dan menenangkan kulit, seperti serum hidrasi atau pelembap malam, dibandingkan menambahkan sunscreen lagi.
Rutinitas Malam yang Lebih Tepat untuk Kulit
Daripada memakai sunscreen, malam hari justru waktu terbaik untuk “memulihkan” kulit. Setelah seharian terpapar polusi, debu, dan sinar matahari, kulit butuh dibersihkan dan diberi nutrisi.
Contohnya, setelah pulang kerja, kamu membersihkan wajah dengan sabun yang lembut, lalu memakai toner, serum, dan night cream. Di sinilah peran produk malam lebih terasa. Kulit cenderung melakukan regenerasi saat kita tidur.
Kalau kamu masih bingung membedakan fungsi produk pagi dan malam, kamu bisa mulai dengan memahami konsep dasar seperti yang dijelaskan di artikel ini tentang apa itu day cream. Dari sana, biasanya lebih mudah memahami kenapa sunscreen masuk kategori produk pagi, bukan malam.
Kapan Sunscreen Tetap Dibutuhkan di Malam Hari?
Ada beberapa kondisi khusus. Misalnya, kamu bekerja di tempat dengan paparan sinar UV buatan yang kuat, atau berada di lingkungan tertentu yang memang membutuhkan perlindungan tambahan. Tapi untuk aktivitas rumah tangga biasa, nonton film, atau sekadar scrolling media sosial sebelum tidur, sunscreen tidak diperlukan.
Contoh nyata yang sederhana, saat kamu lembur sampai jam 10 malam di kantor. Gedung perkantoran umumnya tidak memiliki paparan sinar UV seperti matahari siang hari. Jadi tidak ada alasan kuat untuk mengaplikasikan ulang sunscreen di malam hari.
Jadi, Perlu atau Tidak?
Jawaban singkatnya, tidak perlu. Sunscreen sebaiknya dipakai di pagi dan siang hari saat ada risiko paparan sinar matahari. Malam hari adalah waktu untuk fokus pada hidrasi, perbaikan skin barrier, dan pemulihan.
Kalau selama ini kamu masih memakai sunscreen sebelum tidur karena takut kulit rusak, sekarang kamu sudah tahu bahwa langkah itu bisa diganti dengan perawatan yang lebih sesuai. Yuk atur ulang rutinitas skincare kamu supaya lebih efektif dan tidak berlebihan.
Merawat kulit bukan soal seberapa banyak produk yang dipakai, tapi seberapa tepat kita menggunakannya. Dengan memahami fungsi tiap produk, kamu bisa lebih hemat, lebih nyaman, dan tentu saja lebih percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari.