Jon E8
Member
Thrifting Artinya Lebih dari Sekadar Belanja Barang Bekas
Pernah nggak kamu nemu jaket keren dengan harga miring banget, lalu baru sadar ternyata itu barang preloved? Rasanya seperti menemukan harta karun kecil yang nggak semua orang punya.
Nah, dari situ sebenarnya kita sudah bersentuhan dengan konsep thrifting. Tapi thrifting artinya apa sih sebenarnya?
Secara sederhana, thrifting adalah kegiatan membeli barang bekas yang masih layak pakai, biasanya dengan harga jauh lebih terjangkau dibanding barang baru. Barangnya bisa berupa pakaian, sepatu, tas, sampai aksesori.
Yang menarik, sekarang thrifting bukan lagi identik dengan “nggak mampu beli baru”, tapi justru jadi bagian dari gaya hidup.
Kenapa Thrifting Jadi Tren?
Beberapa tahun terakhir, thrifting makin populer, terutama di kalangan anak muda. Alasannya beragam.
Pertama, tentu soal harga. Kamu bisa dapat hoodie branded dengan harga sepersekian dari harga aslinya. Buat mahasiswa atau pekerja baru, ini jelas solusi cerdas untuk tetap tampil stylish tanpa bikin dompet menjerit.
Kedua, faktor unik. Barang thrift biasanya tidak pasaran. Jadi kecil kemungkinan kamu bertemu orang lain pakai outfit yang sama persis.
Pernah merasa kurang percaya diri karena baju yang dipakai terlalu umum? Thrifting bisa jadi solusi untuk tampil beda tanpa harus mahal.
Thrifting dan Gaya Hidup Lebih Sadar Lingkungan
Selain hemat, thrifting juga punya dampak positif untuk lingkungan. Industri fashion dikenal menghasilkan banyak limbah tekstil. Dengan membeli barang bekas yang masih bagus, kita ikut memperpanjang usia pakai produk tersebut.
Bayangkan kalau satu jaket bisa dipakai dua atau tiga orang dalam siklus hidupnya. Artinya, kebutuhan produksi baru bisa sedikit berkurang. Langkah kecil memang, tapi kalau dilakukan banyak orang, dampaknya bisa besar.
Yuk cari tahu bareng, mungkin selama ini kita sudah sering belanja impulsif padahal lemari sudah penuh. Thrifting bisa jadi cara untuk lebih bijak dalam konsumsi.
Tips Thrifting Biar Nggak Salah Pilih
Meski seru, thrifting tetap butuh strategi. Supaya nggak asal beli karena murah, ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan.
Pertama, cek kondisi barang dengan teliti. Lihat bagian kerah, ketiak, dan jahitan. Pastikan tidak ada noda membandel atau kerusakan besar.
Kedua, perhatikan ukuran. Jangan hanya tergoda modelnya. Coba ukur atau bandingkan dengan pakaian yang sudah kamu punya di rumah.
Ketiga, pikirkan apakah barang tersebut benar-benar akan kamu pakai. Jangan sampai hanya jadi koleksi di lemari.
Contoh nyata, kamu nemu blazer vintage yang keren banget. Tapi kalau keseharian kamu lebih sering pakai outfit kasual, apakah blazer itu akan sering dipakai? Pertanyaan sederhana ini bisa menyelamatkan kamu dari belanja yang kurang bijak.
Thrifting Online vs Offline
Sekarang thrifting tidak hanya di pasar atau toko fisik. Banyak penjual memasarkan barang thrift lewat media sosial dan marketplace.
Thrifting offline memberi kamu keuntungan bisa melihat dan menyentuh langsung barangnya. Sementara thrifting online menawarkan pilihan lebih luas dan praktis.
Keduanya punya kelebihan masing-masing. Tinggal sesuaikan dengan kenyamanan kamu.
Thrifting Bukan Sekadar Hemat, Tapi Soal Value
Pada akhirnya, thrifting artinya bukan cuma membeli barang bekas. Lebih dari itu, ini tentang menemukan nilai dalam sesuatu yang mungkin dianggap tidak lagi menarik oleh orang lain.
Ada sensasi tersendiri saat berhasil menemukan item unik dengan harga terjangkau. Rasanya seperti berburu dan berhasil membawa pulang “harta karun”.
Kalau kamu ingin memahami lebih dalam tentang konsep dan sisi menariknya, kamu bisa baca juga penjelasan lengkap tentang thrifting artinya apa.
Siapa tahu setelah ini kamu jadi lebih tertarik mencoba thrifting dengan cara yang lebih sadar dan terarah. Jadi, sudah siap berburu barang unik berikutnya?
Pernah nggak kamu nemu jaket keren dengan harga miring banget, lalu baru sadar ternyata itu barang preloved? Rasanya seperti menemukan harta karun kecil yang nggak semua orang punya.
Nah, dari situ sebenarnya kita sudah bersentuhan dengan konsep thrifting. Tapi thrifting artinya apa sih sebenarnya?
Secara sederhana, thrifting adalah kegiatan membeli barang bekas yang masih layak pakai, biasanya dengan harga jauh lebih terjangkau dibanding barang baru. Barangnya bisa berupa pakaian, sepatu, tas, sampai aksesori.
Yang menarik, sekarang thrifting bukan lagi identik dengan “nggak mampu beli baru”, tapi justru jadi bagian dari gaya hidup.
Kenapa Thrifting Jadi Tren?
Beberapa tahun terakhir, thrifting makin populer, terutama di kalangan anak muda. Alasannya beragam.
Pertama, tentu soal harga. Kamu bisa dapat hoodie branded dengan harga sepersekian dari harga aslinya. Buat mahasiswa atau pekerja baru, ini jelas solusi cerdas untuk tetap tampil stylish tanpa bikin dompet menjerit.
Kedua, faktor unik. Barang thrift biasanya tidak pasaran. Jadi kecil kemungkinan kamu bertemu orang lain pakai outfit yang sama persis.
Pernah merasa kurang percaya diri karena baju yang dipakai terlalu umum? Thrifting bisa jadi solusi untuk tampil beda tanpa harus mahal.
Thrifting dan Gaya Hidup Lebih Sadar Lingkungan
Selain hemat, thrifting juga punya dampak positif untuk lingkungan. Industri fashion dikenal menghasilkan banyak limbah tekstil. Dengan membeli barang bekas yang masih bagus, kita ikut memperpanjang usia pakai produk tersebut.
Bayangkan kalau satu jaket bisa dipakai dua atau tiga orang dalam siklus hidupnya. Artinya, kebutuhan produksi baru bisa sedikit berkurang. Langkah kecil memang, tapi kalau dilakukan banyak orang, dampaknya bisa besar.
Yuk cari tahu bareng, mungkin selama ini kita sudah sering belanja impulsif padahal lemari sudah penuh. Thrifting bisa jadi cara untuk lebih bijak dalam konsumsi.
Tips Thrifting Biar Nggak Salah Pilih
Meski seru, thrifting tetap butuh strategi. Supaya nggak asal beli karena murah, ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan.
Pertama, cek kondisi barang dengan teliti. Lihat bagian kerah, ketiak, dan jahitan. Pastikan tidak ada noda membandel atau kerusakan besar.
Kedua, perhatikan ukuran. Jangan hanya tergoda modelnya. Coba ukur atau bandingkan dengan pakaian yang sudah kamu punya di rumah.
Ketiga, pikirkan apakah barang tersebut benar-benar akan kamu pakai. Jangan sampai hanya jadi koleksi di lemari.
Contoh nyata, kamu nemu blazer vintage yang keren banget. Tapi kalau keseharian kamu lebih sering pakai outfit kasual, apakah blazer itu akan sering dipakai? Pertanyaan sederhana ini bisa menyelamatkan kamu dari belanja yang kurang bijak.
Thrifting Online vs Offline
Sekarang thrifting tidak hanya di pasar atau toko fisik. Banyak penjual memasarkan barang thrift lewat media sosial dan marketplace.
Thrifting offline memberi kamu keuntungan bisa melihat dan menyentuh langsung barangnya. Sementara thrifting online menawarkan pilihan lebih luas dan praktis.
Keduanya punya kelebihan masing-masing. Tinggal sesuaikan dengan kenyamanan kamu.
Thrifting Bukan Sekadar Hemat, Tapi Soal Value
Pada akhirnya, thrifting artinya bukan cuma membeli barang bekas. Lebih dari itu, ini tentang menemukan nilai dalam sesuatu yang mungkin dianggap tidak lagi menarik oleh orang lain.
Ada sensasi tersendiri saat berhasil menemukan item unik dengan harga terjangkau. Rasanya seperti berburu dan berhasil membawa pulang “harta karun”.
Kalau kamu ingin memahami lebih dalam tentang konsep dan sisi menariknya, kamu bisa baca juga penjelasan lengkap tentang thrifting artinya apa.
Siapa tahu setelah ini kamu jadi lebih tertarik mencoba thrifting dengan cara yang lebih sadar dan terarah. Jadi, sudah siap berburu barang unik berikutnya?