Urutan Skincare yang Tepat Biar Hasilnya Terasa di Kulit

Jon E8

Member
Kenapa Urutan Skincare Itu Penting
Pernah merasa sudah rutin pakai skincare, tapi hasilnya begitu saja? Bisa jadi masalahnya bukan di produknya, tapi di urutannya. Ibarat pakai baju, masa iya jaket dulu baru kaos. Skincare juga punya logika serupa. Kalau dipakai berurutan, produk bisa bekerja lebih optimal dan kulit lebih mudah menerima manfaatnya.

Di kehidupan sehari hari, ini sering kejadian. Pagi hari buru buru sebelum berangkat kerja, kamu cuci muka, langsung oles pelembap, lalu sunscreen. Toner dan serum kelewat. Atau malah dipakai tapi asal tumpuk. Padahal, urutan yang tepat bisa bikin perawatan lebih efektif tanpa harus nambah produk mahal.

Prinsip Dasar Urutan Skincare
Secara umum, skincare dipakai dari tekstur paling ringan ke yang paling kental. Tujuannya supaya produk yang cair bisa menyerap duluan, lalu dikunci dengan produk yang lebih berat. Prinsip ini simpel dan mudah diingat, bahkan buat pemula.

Contohnya begini. Setelah cuci muka, kulit biasanya terasa agak ketarik. Di sini, toner berperan membantu melembapkan sekaligus menyiapkan kulit. Setelah itu, serum yang punya fungsi lebih spesifik bisa bekerja lebih fokus. Terakhir, pelembap dan sunscreen membantu menjaga hasilnya.

Kalau dibalik, misalnya serum dipakai sebelum toner, serum bisa kurang menyerap karena kulit belum siap. Hasilnya, produk terasa sia sia.

Toner dan Serum, Beda Fungsi Beda Peran
Banyak orang masih mengira toner dan serum itu mirip. Padahal perannya berbeda. Toner biasanya bertekstur cair dan berfungsi sebagai tahap awal setelah cuci muka. Ia membantu menyeimbangkan kondisi kulit dan membuat permukaan kulit lebih siap.

Serum, di sisi lain, lebih fokus ke kebutuhan tertentu. Misalnya untuk melembapkan lebih dalam, membantu mencerahkan, atau menjaga elastisitas kulit. Karena kandungannya lebih pekat, serum idealnya dipakai setelah toner.

Bayangkan kamu menyiram tanaman. Tanah yang kering keras akan sulit menyerap air. Tapi kalau tanahnya sudah sedikit lembap, air akan lebih mudah masuk. Toner itu seperti membasahi tanahnya dulu, serum adalah nutrisi tanamannya.

Contoh Rutinitas Skincare yang Realistis
Rutinitas tidak harus ribet. Pagi hari misalnya, kamu bisa mulai dengan cuci muka, lanjut toner, serum ringan, lalu pelembap dan sunscreen. Malam hari, urutannya mirip, hanya tanpa sunscreen dan bisa ditambah produk sesuai kebutuhan.

Yang penting konsisten. Lebih baik rutinitas sederhana tapi rutin, daripada banyak produk tapi jarang dipakai. Kulit juga butuh waktu untuk beradaptasi. Jadi jangan berharap perubahan instan dalam dua atau tiga hari.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Salah satu kesalahan paling sering adalah terlalu banyak layer tanpa tahu fungsinya. Kulit malah terasa lengket dan tidak nyaman. Ada juga yang sering gonta ganti produk karena merasa tidak cocok, padahal kulit belum sempat menyesuaikan diri.

Kesalahan lain adalah melewatkan toner karena dianggap tidak penting. Padahal, tahap ini bisa membantu skincare selanjutnya bekerja lebih baik. Hal kecil seperti ini sering luput karena kurangnya pemahaman dasar.

Yuk Lebih Peka Sama Kebutuhan Kulit
Setiap orang punya kondisi kulit berbeda. Apa yang cocok di temanmu belum tentu sama di kamu. Makanya, penting untuk lebih peka dengan respon kulit sendiri. Kalau terasa perih, terlalu lengket, atau malah kering, itu tanda perlu evaluasi.

Belajar skincare itu proses. Tidak perlu sempurna dari awal. Yang penting mau cari tahu dan pelan pelan membangun rutinitas yang pas. Kalau kamu masih sering bingung soal urutan, khususnya antara toner dan serum, kamu bisa baca penjelasan lengkapnya di artikel ini: toner dan serum lebih dulu mana.
 
Loading...
Top