Jon E8
Member
Cleanser Adalah Apa dan Kenapa Penting?
Dalam rutinitas skincare, cleanser adalah produk pembersih wajah yang berfungsi mengangkat kotoran, minyak berlebih, sisa makeup, dan debu yang menempel setelah seharian beraktivitas. Meski terdengar sederhana, tahap ini sebenarnya fondasi dari seluruh perawatan kulit.
Bayangkan kamu seharian beraktivitas di luar ruangan, naik motor, terpapar polusi, lalu langsung tidur tanpa membersihkan wajah dengan benar. Kulit jadi terasa kusam, lebih berminyak, bahkan bisa muncul jerawat kecil yang mengganggu. Di sinilah peran cleanser jadi penting.
Membersihkan wajah bukan cuma soal terlihat bersih, tapi juga membantu produk skincare berikutnya bekerja lebih optimal.
Kenapa Tidak Cukup Hanya Cuci Muka dengan Air?
Air memang bisa menghilangkan debu ringan, tapi tidak cukup untuk membersihkan minyak dan sisa sunscreen atau makeup. Apalagi kalau kamu menggunakan foundation atau cushion yang cukup menempel di kulit.
Contoh nyata yang sering terjadi, wajah terlihat bersih setelah dibilas, tapi saat diusap dengan kapas toner, masih ada sisa kotoran yang terangkat. Artinya, proses pembersihan sebelumnya belum maksimal.
Karena itu, memilih cleanser yang sesuai jenis kulit jadi langkah awal yang penting. Yuk kita bahas bareng.
Jenis Jenis Cleanser yang Perlu Kamu Tahu
Setiap orang punya kondisi kulit yang berbeda. Ada yang cenderung berminyak, kering, kombinasi, atau sensitif. Maka, jenis cleanser pun beragam.
Beberapa yang umum digunakan antara lain:
1. Gel Cleanser
Biasanya cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat. Teksturnya ringan dan terasa segar setelah dibilas.
2. Cream atau Milk Cleanser
Lebih lembut dan cenderung cocok untuk kulit kering. Membersihkan tanpa membuat kulit terasa ketarik.
3. Foam Cleanser
Menghasilkan busa melimpah dan memberikan sensasi bersih maksimal. Cocok untuk kamu yang suka rasa kesat setelah cuci muka.
4. Micellar Water
Praktis dan sering digunakan sebagai langkah pertama untuk menghapus makeup sebelum mencuci wajah dengan sabun.
Tidak ada satu jenis yang paling bagus untuk semua orang. Kuncinya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan kulit masing masing.
Cara Memilih Cleanser yang Tepat
Supaya tidak salah pilih, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan.
Pertama, kenali dulu tipe kulit kamu. Kalau wajah cepat berminyak di area T zone, mungkin kamu punya kulit kombinasi. Kalau terasa kering dan mudah mengelupas, bisa jadi cenderung kering.
Kedua, perhatikan reaksi kulit setelah mencuci wajah. Kalau terasa sangat ketarik atau perih, bisa jadi produknya terlalu keras.
Ketiga, jangan tergoda hanya karena produk sedang viral. Cocok di orang lain belum tentu cocok di kamu. Kulit itu personal banget.
Kalau kamu ingin penjelasan yang lebih lengkap dan detail soal jenis serta cara memilihnya, kamu bisa baca panduan lengkapnya di sini: cleanser adalah apa.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membersihkan Wajah
Tanpa sadar, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa bikin hasil cleansing kurang maksimal.
Menggosok wajah terlalu keras misalnya. Tujuannya memang ingin benar benar bersih, tapi justru bisa membuat kulit iritasi.
Atau menggunakan air yang terlalu panas. Memang terasa nyaman, tapi bisa membuat kulit jadi lebih kering.
Ada juga yang mencuci wajah terlalu sering dalam sehari karena merasa berminyak. Padahal, ini bisa memicu kulit memproduksi minyak lebih banyak lagi.
Membersihkan wajah itu soal keseimbangan. Tidak berlebihan, tapi juga tidak asal.
Yuk Mulai Lebih Peduli dengan Tahap Dasar Ini
Kadang kita fokus pada serum mahal atau krim terbaru, padahal tahap paling dasar seperti cleansing justru menentukan hasil akhirnya.
Dengan cleanser yang tepat, kulit terasa lebih segar, lebih siap menerima skincare berikutnya, dan tentu saja lebih sehat dalam jangka panjang.
Yuk cari tahu kebutuhan kulit kita masing masing dan mulai dari langkah yang paling sederhana. Karena kulit yang terawat selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten setiap hari.
Dalam rutinitas skincare, cleanser adalah produk pembersih wajah yang berfungsi mengangkat kotoran, minyak berlebih, sisa makeup, dan debu yang menempel setelah seharian beraktivitas. Meski terdengar sederhana, tahap ini sebenarnya fondasi dari seluruh perawatan kulit.
Bayangkan kamu seharian beraktivitas di luar ruangan, naik motor, terpapar polusi, lalu langsung tidur tanpa membersihkan wajah dengan benar. Kulit jadi terasa kusam, lebih berminyak, bahkan bisa muncul jerawat kecil yang mengganggu. Di sinilah peran cleanser jadi penting.
Membersihkan wajah bukan cuma soal terlihat bersih, tapi juga membantu produk skincare berikutnya bekerja lebih optimal.
Kenapa Tidak Cukup Hanya Cuci Muka dengan Air?
Air memang bisa menghilangkan debu ringan, tapi tidak cukup untuk membersihkan minyak dan sisa sunscreen atau makeup. Apalagi kalau kamu menggunakan foundation atau cushion yang cukup menempel di kulit.
Contoh nyata yang sering terjadi, wajah terlihat bersih setelah dibilas, tapi saat diusap dengan kapas toner, masih ada sisa kotoran yang terangkat. Artinya, proses pembersihan sebelumnya belum maksimal.
Karena itu, memilih cleanser yang sesuai jenis kulit jadi langkah awal yang penting. Yuk kita bahas bareng.
Jenis Jenis Cleanser yang Perlu Kamu Tahu
Setiap orang punya kondisi kulit yang berbeda. Ada yang cenderung berminyak, kering, kombinasi, atau sensitif. Maka, jenis cleanser pun beragam.
Beberapa yang umum digunakan antara lain:
1. Gel Cleanser
Biasanya cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat. Teksturnya ringan dan terasa segar setelah dibilas.
2. Cream atau Milk Cleanser
Lebih lembut dan cenderung cocok untuk kulit kering. Membersihkan tanpa membuat kulit terasa ketarik.
3. Foam Cleanser
Menghasilkan busa melimpah dan memberikan sensasi bersih maksimal. Cocok untuk kamu yang suka rasa kesat setelah cuci muka.
4. Micellar Water
Praktis dan sering digunakan sebagai langkah pertama untuk menghapus makeup sebelum mencuci wajah dengan sabun.
Tidak ada satu jenis yang paling bagus untuk semua orang. Kuncinya adalah menyesuaikan dengan kebutuhan kulit masing masing.
Cara Memilih Cleanser yang Tepat
Supaya tidak salah pilih, ada beberapa hal sederhana yang bisa diperhatikan.
Pertama, kenali dulu tipe kulit kamu. Kalau wajah cepat berminyak di area T zone, mungkin kamu punya kulit kombinasi. Kalau terasa kering dan mudah mengelupas, bisa jadi cenderung kering.
Kedua, perhatikan reaksi kulit setelah mencuci wajah. Kalau terasa sangat ketarik atau perih, bisa jadi produknya terlalu keras.
Ketiga, jangan tergoda hanya karena produk sedang viral. Cocok di orang lain belum tentu cocok di kamu. Kulit itu personal banget.
Kalau kamu ingin penjelasan yang lebih lengkap dan detail soal jenis serta cara memilihnya, kamu bisa baca panduan lengkapnya di sini: cleanser adalah apa.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membersihkan Wajah
Tanpa sadar, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa bikin hasil cleansing kurang maksimal.
Menggosok wajah terlalu keras misalnya. Tujuannya memang ingin benar benar bersih, tapi justru bisa membuat kulit iritasi.
Atau menggunakan air yang terlalu panas. Memang terasa nyaman, tapi bisa membuat kulit jadi lebih kering.
Ada juga yang mencuci wajah terlalu sering dalam sehari karena merasa berminyak. Padahal, ini bisa memicu kulit memproduksi minyak lebih banyak lagi.
Membersihkan wajah itu soal keseimbangan. Tidak berlebihan, tapi juga tidak asal.
Yuk Mulai Lebih Peduli dengan Tahap Dasar Ini
Kadang kita fokus pada serum mahal atau krim terbaru, padahal tahap paling dasar seperti cleansing justru menentukan hasil akhirnya.
Dengan cleanser yang tepat, kulit terasa lebih segar, lebih siap menerima skincare berikutnya, dan tentu saja lebih sehat dalam jangka panjang.
Yuk cari tahu kebutuhan kulit kita masing masing dan mulai dari langkah yang paling sederhana. Karena kulit yang terawat selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten setiap hari.