Kesalahan Memakai Serum yang Sering Terjadi dalam Rutinitas Skincare Harian

Jon E8

Member
Serum sering dianggap sebagai produk andalan dalam perawatan kulit. Teksturnya ringan, kandungannya terlihat canggih, dan klaim manfaatnya terdengar menjanjikan. Tidak heran kalau banyak orang langsung berharap hasil besar hanya dari satu botol serum. Namun dalam praktik sehari-hari, penggunaan serum sering kali tidak tepat tanpa disadari.

Kalau kulit terasa tidak banyak berubah, atau malah muncul masalah baru, bisa jadi cara pakainya yang perlu dievaluasi. Yuk, kita bahas bareng beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat memakai serum, dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami.

Memakai Serum Terlalu Banyak
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menggunakan serum terlalu banyak. Ada anggapan bahwa semakin banyak serum, hasilnya akan semakin cepat terlihat. Padahal, kulit punya batas kemampuan menyerap produk.

Serum umumnya sudah diformulasikan dengan kandungan aktif yang cukup kuat. Cukup 2 sampai 3 tetes untuk seluruh wajah. Kalau terlalu banyak, serum justru bisa terasa lengket, tidak menyerap dengan baik, dan berpotensi memicu iritasi ringan. Kamu pernah merasa serum seperti duduk di atas kulit dan tidak meresap? Bisa jadi ini penyebabnya.

Urutan Skincare yang Kurang Tepat
Dalam rutinitas skincare, urutan pemakaian produk punya peran penting. Serum seharusnya dipakai setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner, sebelum pelembap. Namun masih banyak yang terbalik, misalnya memakai serum setelah krim wajah.

Urutan yang kurang tepat membuat serum tidak bekerja optimal karena terhalang lapisan produk lain. Anggap saja serum seperti tamu penting yang sebaiknya masuk lebih dulu, sebelum ruangan penuh. Dengan urutan yang benar, kandungan serum bisa lebih efektif bekerja di kulit.

Tidak Menyesuaikan Serum dengan Kondisi Kulit
Serum hadir dengan berbagai kandungan dan fungsi. Ada yang fokus pada hidrasi, mencerahkan, mengurangi jerawat, atau membantu tanda penuaan. Masalah muncul saat kita memilih serum hanya karena sedang viral atau direkomendasikan banyak orang, tanpa melihat kebutuhan kulit sendiri.

Contohnya, kulit yang cenderung sensitif bisa bereaksi kurang nyaman saat memakai serum dengan kandungan aktif tinggi. Di sisi lain, kulit yang kering mungkin tidak cukup terbantu jika memakai serum yang terlalu ringan. Mengenali kondisi kulit sendiri adalah langkah awal yang sering terlewat.

Tidak Memberi Waktu Serum untuk Bekerja
Dalam keseharian yang serba cepat, banyak orang langsung menumpuk produk setelah serum. Padahal, serum perlu waktu sebentar untuk menyerap sebelum dilanjutkan ke langkah berikutnya.

Memberi jeda sekitar 30 sampai 60 detik bisa membantu serum bekerja lebih optimal. Waktu singkat ini sering diabaikan, padahal dampaknya cukup terasa dalam jangka panjang. Pernah merasa skincare terasa seperti bercampur jadi satu di wajah? Bisa jadi karena tidak memberi jeda yang cukup.

Berharap Hasil Instan dalam Waktu Singkat
Serum memang membantu memperbaiki kondisi kulit, tapi bukan sulap. Salah satu kesalahan paling umum adalah berharap hasil besar hanya dalam beberapa hari. Ketika tidak melihat perubahan cepat, serum dianggap tidak cocok lalu langsung diganti.

Kulit butuh waktu untuk beradaptasi. Dalam banyak kasus, hasil baru mulai terlihat setelah pemakaian rutin selama beberapa minggu. Konsistensi sering kali lebih penting daripada sering gonta ganti produk.

Mengabaikan Tanda Kulit Tidak Nyaman
Kulit biasanya memberi sinyal saat ada yang tidak cocok. Rasa perih, kemerahan, atau muncul bruntusan kecil bisa menjadi tanda awal. Sayangnya, sinyal ini sering diabaikan dengan alasan “nanti juga terbiasa”.

Padahal, mendengarkan respon kulit adalah bagian penting dari perawatan. Menghentikan pemakaian sementara dan mengevaluasi kembali bisa mencegah masalah yang lebih besar.

Kalau kamu ingin memahami lebih dalam tentang berbagai kesalahan kecil yang sering luput saat memakai serum, kamu bisa membaca artikel ini: kesalahan memakai serum yang sering terjadi tanpa disadari. Artikel tersebut bisa jadi bahan refleksi tambahan untuk merapikan kembali rutinitas skincare harianmu.
 
Loading...
Top