Jon E8
Member
Pernah merasa kulit wajah tampak kusam, pori pori terlihat jelas, atau saat diraba terasa agak kasar, padahal jerawatnya tidak sedang muncul? Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai kulit bertekstur. Masalahnya, kondisi ini sering bikin kita jadi kurang percaya diri, apalagi saat bercermin di bawah cahaya terang atau saat makeup terasa kurang menempel.
Padahal, kulit bertekstur itu hal yang sangat umum. Hampir semua orang pernah mengalaminya di fase tertentu. Yuk, kita bahas bareng secara santai supaya kamu lebih paham dan tidak langsung overthinking.
Apa yang Dimaksud dengan Kulit Bertekstur
Kulit bertekstur adalah kondisi ketika permukaan kulit terasa tidak rata, baik secara visual maupun saat disentuh. Bisa berupa pori pori yang terlihat lebih jelas, permukaan yang terasa kasar, atau muncul bintik kecil yang tidak merah dan tidak sakit.
Perlu diingat, kulit manusia secara alami memang punya tekstur. Jadi kalau kamu sering membandingkan kulit asli dengan tampilan di media sosial yang penuh filter, wajar kalau akhirnya merasa kulit sendiri bermasalah, padahal sebenarnya masih normal.
Penyebab Kulit Bertekstur yang Sering Terjadi Sehari Hari
Salah satu penyebab paling umum adalah penumpukan sel kulit mati. Dalam aktivitas sehari hari, kulit terus beregenerasi. Kalau sel kulit mati tidak terangkat dengan baik, permukaan kulit bisa terasa kasar dan terlihat kusam. Contohnya, wajah terasa “tidak segar” meskipun sudah cuci muka.
Selain itu, pori pori yang tersumbat juga sering jadi pemicu. Sisa makeup, sunscreen, debu, dan minyak bisa menumpuk di pori pori. Ini sering terjadi saat kita terlalu lelah setelah seharian beraktivitas dan membersihkan wajah sekadarnya saja. Kamu pernah ngalamin juga?
Kurangnya kelembapan juga berpengaruh besar. Kulit yang kurang terhidrasi biasanya terlihat lebih kasar dan garis halus jadi lebih terlihat. Misalnya saat kamu sering berada di ruangan ber AC atau kurang minum air putih, kulit bisa terasa tidak nyaman dan tampak bertekstur.
Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Memperbaiki Tekstur Kulit
Menghadapi kulit bertekstur tidak harus dengan cara ekstrem. Justru kebiasaan kecil yang konsisten sering memberi hasil lebih nyata. Membersihkan wajah dengan lembut dua kali sehari adalah langkah dasar yang penting. Pastikan sisa makeup dan sunscreen benar benar terangkat.
Eksfoliasi ringan juga bisa membantu, asal tidak dilakukan berlebihan. Cukup satu sampai dua kali seminggu agar sel kulit mati terangkat tanpa membuat kulit iritasi. Kalau kulit terasa perih atau kering setelah eksfoliasi, itu tanda perlu lebih pelan dan lembut.
Hidrasi juga tidak boleh dilupakan. Menggunakan pelembap sesuai jenis kulit dan mencukupi kebutuhan cairan harian bisa membuat kulit terasa lebih halus dari waktu ke waktu. Kadang perubahan kecil seperti rutin pakai pelembap malam sudah cukup terasa efeknya.
Mengubah Cara Pandang terhadap Kulit Bertekstur
Kulit bertekstur bukan sesuatu yang harus dilawan habis habisan. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa lebih tenang dan tidak mudah tergoda tren perawatan yang belum tentu cocok.
Kulit sehat bukan berarti harus selalu mulus tanpa pori pori. Yang penting kulit terasa nyaman, tidak bermasalah, dan dirawat sesuai kebutuhannya. Kalau kamu ingin memahami lebih jauh tentang kulit bertekstur dan cara menjaganya secara realistis, kamu bisa baca pembahasan lengkapnya di artikel kulit bertekstur dan cara menjaganya tetap sehat.
Padahal, kulit bertekstur itu hal yang sangat umum. Hampir semua orang pernah mengalaminya di fase tertentu. Yuk, kita bahas bareng secara santai supaya kamu lebih paham dan tidak langsung overthinking.
Apa yang Dimaksud dengan Kulit Bertekstur
Kulit bertekstur adalah kondisi ketika permukaan kulit terasa tidak rata, baik secara visual maupun saat disentuh. Bisa berupa pori pori yang terlihat lebih jelas, permukaan yang terasa kasar, atau muncul bintik kecil yang tidak merah dan tidak sakit.
Perlu diingat, kulit manusia secara alami memang punya tekstur. Jadi kalau kamu sering membandingkan kulit asli dengan tampilan di media sosial yang penuh filter, wajar kalau akhirnya merasa kulit sendiri bermasalah, padahal sebenarnya masih normal.
Penyebab Kulit Bertekstur yang Sering Terjadi Sehari Hari
Salah satu penyebab paling umum adalah penumpukan sel kulit mati. Dalam aktivitas sehari hari, kulit terus beregenerasi. Kalau sel kulit mati tidak terangkat dengan baik, permukaan kulit bisa terasa kasar dan terlihat kusam. Contohnya, wajah terasa “tidak segar” meskipun sudah cuci muka.
Selain itu, pori pori yang tersumbat juga sering jadi pemicu. Sisa makeup, sunscreen, debu, dan minyak bisa menumpuk di pori pori. Ini sering terjadi saat kita terlalu lelah setelah seharian beraktivitas dan membersihkan wajah sekadarnya saja. Kamu pernah ngalamin juga?
Kurangnya kelembapan juga berpengaruh besar. Kulit yang kurang terhidrasi biasanya terlihat lebih kasar dan garis halus jadi lebih terlihat. Misalnya saat kamu sering berada di ruangan ber AC atau kurang minum air putih, kulit bisa terasa tidak nyaman dan tampak bertekstur.
Kebiasaan Sederhana untuk Membantu Memperbaiki Tekstur Kulit
Menghadapi kulit bertekstur tidak harus dengan cara ekstrem. Justru kebiasaan kecil yang konsisten sering memberi hasil lebih nyata. Membersihkan wajah dengan lembut dua kali sehari adalah langkah dasar yang penting. Pastikan sisa makeup dan sunscreen benar benar terangkat.
Eksfoliasi ringan juga bisa membantu, asal tidak dilakukan berlebihan. Cukup satu sampai dua kali seminggu agar sel kulit mati terangkat tanpa membuat kulit iritasi. Kalau kulit terasa perih atau kering setelah eksfoliasi, itu tanda perlu lebih pelan dan lembut.
Hidrasi juga tidak boleh dilupakan. Menggunakan pelembap sesuai jenis kulit dan mencukupi kebutuhan cairan harian bisa membuat kulit terasa lebih halus dari waktu ke waktu. Kadang perubahan kecil seperti rutin pakai pelembap malam sudah cukup terasa efeknya.
Mengubah Cara Pandang terhadap Kulit Bertekstur
Kulit bertekstur bukan sesuatu yang harus dilawan habis habisan. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa lebih tenang dan tidak mudah tergoda tren perawatan yang belum tentu cocok.
Kulit sehat bukan berarti harus selalu mulus tanpa pori pori. Yang penting kulit terasa nyaman, tidak bermasalah, dan dirawat sesuai kebutuhannya. Kalau kamu ingin memahami lebih jauh tentang kulit bertekstur dan cara menjaganya secara realistis, kamu bisa baca pembahasan lengkapnya di artikel kulit bertekstur dan cara menjaganya tetap sehat.