Jon E8
Member
Buat pelaku bisnis lokal, logistik sering baru dipikirkan saat masalah muncul. Ongkir terasa mahal, barang susah dikirim, atau biaya pengiriman tidak sesuai perkiraan. Padahal, logistik yang dipahami sejak awal justru bisa membantu bisnis berjalan lebih efisien dan terkontrol.
Apalagi sekarang banyak bisnis lokal yang mulai jualan online atau kirim ke luar kota. Tantangan logistik jadi makin terasa dan tidak bisa lagi dianggap urusan sepele.
Logistik Itu Lebih dari Sekadar Kirim Barang
Dalam keseharian usaha, logistik mencakup banyak hal. Mulai dari pengemasan, penyimpanan, penghitungan volume, sampai memilih jasa pengiriman. Semua ini berpengaruh langsung ke biaya dan pengalaman pelanggan.
Contohnya usaha kerajinan kayu atau furniture kecil. Produknya tidak berat, tapi ukurannya besar. Kalau hanya menghitung berat, ongkir terlihat murah. Tapi saat dikirim, biaya melonjak karena ukuran paket memakan ruang besar di kendaraan.
Kasus seperti ini sering bikin kaget pelaku usaha yang belum familiar dengan perhitungan logistik.
Kenapa Ukuran Barang Sangat Berpengaruh
Banyak pelaku bisnis lokal masih fokus ke berat barang saat menghitung ongkos kirim. Padahal, dalam dunia logistik, volume juga sangat menentukan. Di sinilah konsep CBM berperan.
CBM atau cubic meter digunakan untuk menghitung volume barang. Pengiriman barang besar tapi ringan biasanya dihitung berdasarkan CBM, bukan berat aktual. Penjelasan lengkap soal ini bisa dibaca di artikel cbm artinya apa dan pentingnya dalam pengiriman barang.
Dengan memahami CBM, pelaku usaha bisa memperkirakan biaya pengiriman dengan lebih akurat sejak awal.
Contoh Nyata di Bisnis Lokal
Ambil contoh usaha bantal sofa handmade. Satu bantal mungkin ringan, tapi kalau dikemas dalam dus besar, volumenya cukup signifikan. Saat kirim satuan, mungkin tidak terasa. Tapi saat kirim dalam jumlah banyak ke reseller, biaya kirim bisa melonjak.
Contoh lain, usaha snack rumahan yang mengirim kerupuk mentah. Beratnya ringan, tapi butuh ruang besar agar tidak remuk. Kalau pemilik usaha paham soal volume dan pengemasan, mereka bisa memilih dus yang lebih efisien dan menekan ongkir.
Hal-hal kecil seperti ini sering jadi pembeda antara pengiriman yang untung dan yang justru bikin rugi.
Logistik Rapi Bantu Tentukan Harga Jual
Logistik bukan cuma urusan operasional, tapi juga memengaruhi harga jual. Kalau ongkos kirim tidak dihitung dengan benar, margin bisa tergerus tanpa disadari.
Misalnya, usaha online lokal memberi gratis ongkir tanpa perhitungan matang. Saat volume barang besar, biaya kirim jadi beban berat. Dengan memahami perhitungan logistik seperti CBM, pemilik usaha bisa menentukan strategi harga yang lebih realistis.
Apakah ongkir ditanggung pembeli, dibagi, atau dimasukkan ke harga produk. Semua bisa diputuskan dengan lebih tenang kalau datanya jelas.
Pengemasan Jadi Bagian Penting Logistik
Pengemasan sering dianggap urusan sepele, padahal sangat berpengaruh ke volume dan biaya kirim. Kemasan terlalu besar bikin CBM naik. Kemasan terlalu kecil bisa merusak produk.
Bisnis lokal bisa mulai dengan evaluasi kemasan. Apakah ukuran dus sudah pas. Apakah bisa ditata lebih rapi. Perubahan kecil di pengemasan sering berdampak besar ke efisiensi logistik.
Banyak pelaku usaha yang setelah mengecilkan ukuran kemasan, ongkirnya turun cukup signifikan.
Mulai dari Pemahaman Dasar
Tidak perlu langsung ahli logistik untuk membenahi pengiriman. Mulai dari pemahaman dasar seperti berat, volume, dan jenis layanan pengiriman. Dari situ, pelaku usaha bisa lebih siap saat volume penjualan meningkat.
Bisnis lokal yang memahami logistik sejak awal biasanya lebih adaptif. Mereka tidak mudah panik saat biaya kirim naik atau saat harus mengirim barang dalam jumlah besar.
Logistik sebagai Alat Kontrol Bisnis
Logistik yang dipahami dengan baik memberi kontrol lebih ke pemilik usaha. Keputusan jadi lebih berbasis perhitungan, bukan perkiraan. Ini penting untuk keberlanjutan bisnis lokal.
Sekarang coba refleksi, di bisnismu, apakah biaya pengiriman sudah benar-benar dipahami atau masih sering bikin kaget di akhir? Berat barang, ukuran paket, atau cara pengemasan sering jadi sumber masalah. Diskusi soal ini biasanya membuka insight baru yang langsung bisa diterapkan di operasional sehari-hari.
Apalagi sekarang banyak bisnis lokal yang mulai jualan online atau kirim ke luar kota. Tantangan logistik jadi makin terasa dan tidak bisa lagi dianggap urusan sepele.
Logistik Itu Lebih dari Sekadar Kirim Barang
Dalam keseharian usaha, logistik mencakup banyak hal. Mulai dari pengemasan, penyimpanan, penghitungan volume, sampai memilih jasa pengiriman. Semua ini berpengaruh langsung ke biaya dan pengalaman pelanggan.
Contohnya usaha kerajinan kayu atau furniture kecil. Produknya tidak berat, tapi ukurannya besar. Kalau hanya menghitung berat, ongkir terlihat murah. Tapi saat dikirim, biaya melonjak karena ukuran paket memakan ruang besar di kendaraan.
Kasus seperti ini sering bikin kaget pelaku usaha yang belum familiar dengan perhitungan logistik.
Kenapa Ukuran Barang Sangat Berpengaruh
Banyak pelaku bisnis lokal masih fokus ke berat barang saat menghitung ongkos kirim. Padahal, dalam dunia logistik, volume juga sangat menentukan. Di sinilah konsep CBM berperan.
CBM atau cubic meter digunakan untuk menghitung volume barang. Pengiriman barang besar tapi ringan biasanya dihitung berdasarkan CBM, bukan berat aktual. Penjelasan lengkap soal ini bisa dibaca di artikel cbm artinya apa dan pentingnya dalam pengiriman barang.
Dengan memahami CBM, pelaku usaha bisa memperkirakan biaya pengiriman dengan lebih akurat sejak awal.
Contoh Nyata di Bisnis Lokal
Ambil contoh usaha bantal sofa handmade. Satu bantal mungkin ringan, tapi kalau dikemas dalam dus besar, volumenya cukup signifikan. Saat kirim satuan, mungkin tidak terasa. Tapi saat kirim dalam jumlah banyak ke reseller, biaya kirim bisa melonjak.
Contoh lain, usaha snack rumahan yang mengirim kerupuk mentah. Beratnya ringan, tapi butuh ruang besar agar tidak remuk. Kalau pemilik usaha paham soal volume dan pengemasan, mereka bisa memilih dus yang lebih efisien dan menekan ongkir.
Hal-hal kecil seperti ini sering jadi pembeda antara pengiriman yang untung dan yang justru bikin rugi.
Logistik Rapi Bantu Tentukan Harga Jual
Logistik bukan cuma urusan operasional, tapi juga memengaruhi harga jual. Kalau ongkos kirim tidak dihitung dengan benar, margin bisa tergerus tanpa disadari.
Misalnya, usaha online lokal memberi gratis ongkir tanpa perhitungan matang. Saat volume barang besar, biaya kirim jadi beban berat. Dengan memahami perhitungan logistik seperti CBM, pemilik usaha bisa menentukan strategi harga yang lebih realistis.
Apakah ongkir ditanggung pembeli, dibagi, atau dimasukkan ke harga produk. Semua bisa diputuskan dengan lebih tenang kalau datanya jelas.
Pengemasan Jadi Bagian Penting Logistik
Pengemasan sering dianggap urusan sepele, padahal sangat berpengaruh ke volume dan biaya kirim. Kemasan terlalu besar bikin CBM naik. Kemasan terlalu kecil bisa merusak produk.
Bisnis lokal bisa mulai dengan evaluasi kemasan. Apakah ukuran dus sudah pas. Apakah bisa ditata lebih rapi. Perubahan kecil di pengemasan sering berdampak besar ke efisiensi logistik.
Banyak pelaku usaha yang setelah mengecilkan ukuran kemasan, ongkirnya turun cukup signifikan.
Mulai dari Pemahaman Dasar
Tidak perlu langsung ahli logistik untuk membenahi pengiriman. Mulai dari pemahaman dasar seperti berat, volume, dan jenis layanan pengiriman. Dari situ, pelaku usaha bisa lebih siap saat volume penjualan meningkat.
Bisnis lokal yang memahami logistik sejak awal biasanya lebih adaptif. Mereka tidak mudah panik saat biaya kirim naik atau saat harus mengirim barang dalam jumlah besar.
Logistik sebagai Alat Kontrol Bisnis
Logistik yang dipahami dengan baik memberi kontrol lebih ke pemilik usaha. Keputusan jadi lebih berbasis perhitungan, bukan perkiraan. Ini penting untuk keberlanjutan bisnis lokal.
Sekarang coba refleksi, di bisnismu, apakah biaya pengiriman sudah benar-benar dipahami atau masih sering bikin kaget di akhir? Berat barang, ukuran paket, atau cara pengemasan sering jadi sumber masalah. Diskusi soal ini biasanya membuka insight baru yang langsung bisa diterapkan di operasional sehari-hari.