Jon E8
Member
Dalam menjalankan logistik bisnis lokal, angka penjualan sering jadi indikator utama apakah strategi yang dijalankan sudah efektif. Salah satu metrik yang layak diperhatikan adalah growth sales atau pertumbuhan penjualan. Dengan memahami cara menghitung growth sales, kita bisa menilai perkembangan usaha secara lebih terukur.
Growth sales membantu melihat apakah penjualan benar benar meningkat dari periode ke periode, atau hanya terasa ramai tanpa kenaikan signifikan. Data ini juga sangat berkaitan dengan perencanaan stok, distribusi, dan kapasitas logistik.
Apa Itu Growth Sales dan Kenapa Penting
Secara sederhana, growth sales adalah persentase kenaikan penjualan dari satu periode ke periode berikutnya. Rumus dasarnya:
Growth Sales = (Penjualan Periode Sekarang - Penjualan Periode Sebelumnya) dibagi Penjualan Periode Sebelumnya, lalu dikali 100 persen.
Angka ini memberi gambaran apakah usaha sedang bertumbuh, stagnan, atau justru menurun. Dalam konteks logistik bisnis lokal, pertumbuhan penjualan memengaruhi banyak hal, mulai dari kebutuhan stok hingga frekuensi pengiriman.
Bayangkan jika penjualan naik 20 persen dalam tiga bulan terakhir. Apakah kapasitas gudang masih mencukupi? Apakah armada pengiriman perlu ditambah? Di sinilah growth sales berperan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Contoh Konkret di Bisnis Lokal
Misalnya Anda memiliki usaha minuman kekinian. Pada bulan Januari, total penjualan mencapai Rp100 juta. Di bulan Februari, penjualan naik menjadi Rp120 juta.
Perhitungan growth sales:
(120 juta - 100 juta) dibagi 100 juta x 100 persen = 20 persen.
Artinya ada pertumbuhan 20 persen dari Januari ke Februari. Angka ini terlihat positif. Namun pertanyaan berikutnya, apakah logistik sudah siap mengikuti pertumbuhan tersebut?
Contoh lain, toko grosir bahan bangunan yang mencatat penjualan Rp300 juta di kuartal pertama dan Rp360 juta di kuartal kedua. Dengan growth sales sebesar 20 persen, pemilik usaha perlu mengevaluasi apakah stok dan sistem distribusi mampu menjaga ketersediaan barang tanpa mengganggu arus kas.
Jika penjualan naik tetapi stok sering kosong, peluang keuntungan bisa terlewat.
Hubungan Growth Sales dan Strategi Logistik
Logistik untuk bisnis lokal harus selaras dengan pertumbuhan penjualan. Ketika growth sales meningkat, kebutuhan bahan baku, kapasitas penyimpanan, dan pengiriman ikut bertambah.
Sebaliknya, jika growth sales menurun, mungkin perlu penyesuaian jumlah pembelian agar tidak terjadi overstock. Barang yang terlalu lama di gudang bisa menambah biaya penyimpanan dan mengganggu arus kas.
Dengan rutin menghitung growth sales, pelaku usaha bisa:
Insight untuk Perencanaan Usaha
Growth sales yang tinggi tentu menggembirakan. Namun perlu dilihat juga dari sisi profit dan biaya operasional. Penjualan meningkat belum tentu margin ikut naik jika biaya logistik membengkak.
Misalnya usaha frozen food yang memperluas distribusi ke luar kota. Penjualan naik karena pasar lebih luas, tetapi biaya pengiriman berpendingin juga meningkat. Di sini penting untuk membandingkan growth sales dengan kenaikan biaya logistik.
Coba evaluasi usaha Anda. Apakah pertumbuhan penjualan selama ini sudah dihitung secara rutin, atau hanya dilihat dari omzet kasar setiap bulan?
Dengan data growth sales yang konsisten, perencanaan jangka menengah jadi lebih realistis. Anda bisa memperkirakan kebutuhan gudang tambahan, merekrut staf operasional, atau menambah armada distribusi dengan perhitungan yang matang.
Mengajak Diskusi
Menarik untuk melihat bagaimana setiap bisnis lokal memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Ada yang melonjak saat musim tertentu, ada juga yang stabil sepanjang tahun.
Bagaimana dengan usaha yang Anda jalankan? Apakah growth sales menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir? Dan jika iya, apakah sistem logistik sudah mendukung pertumbuhan tersebut?
Menghitung growth sales secara rutin membantu kita membaca arah perkembangan usaha. Dengan menggabungkan analisis penjualan dan strategi logistik yang tepat, bisnis lokal bisa tumbuh lebih terstruktur dan siap menghadapi perubahan pasar.
Growth sales membantu melihat apakah penjualan benar benar meningkat dari periode ke periode, atau hanya terasa ramai tanpa kenaikan signifikan. Data ini juga sangat berkaitan dengan perencanaan stok, distribusi, dan kapasitas logistik.
Apa Itu Growth Sales dan Kenapa Penting
Secara sederhana, growth sales adalah persentase kenaikan penjualan dari satu periode ke periode berikutnya. Rumus dasarnya:
Growth Sales = (Penjualan Periode Sekarang - Penjualan Periode Sebelumnya) dibagi Penjualan Periode Sebelumnya, lalu dikali 100 persen.
Angka ini memberi gambaran apakah usaha sedang bertumbuh, stagnan, atau justru menurun. Dalam konteks logistik bisnis lokal, pertumbuhan penjualan memengaruhi banyak hal, mulai dari kebutuhan stok hingga frekuensi pengiriman.
Bayangkan jika penjualan naik 20 persen dalam tiga bulan terakhir. Apakah kapasitas gudang masih mencukupi? Apakah armada pengiriman perlu ditambah? Di sinilah growth sales berperan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Contoh Konkret di Bisnis Lokal
Misalnya Anda memiliki usaha minuman kekinian. Pada bulan Januari, total penjualan mencapai Rp100 juta. Di bulan Februari, penjualan naik menjadi Rp120 juta.
Perhitungan growth sales:
(120 juta - 100 juta) dibagi 100 juta x 100 persen = 20 persen.
Artinya ada pertumbuhan 20 persen dari Januari ke Februari. Angka ini terlihat positif. Namun pertanyaan berikutnya, apakah logistik sudah siap mengikuti pertumbuhan tersebut?
Contoh lain, toko grosir bahan bangunan yang mencatat penjualan Rp300 juta di kuartal pertama dan Rp360 juta di kuartal kedua. Dengan growth sales sebesar 20 persen, pemilik usaha perlu mengevaluasi apakah stok dan sistem distribusi mampu menjaga ketersediaan barang tanpa mengganggu arus kas.
Jika penjualan naik tetapi stok sering kosong, peluang keuntungan bisa terlewat.
Hubungan Growth Sales dan Strategi Logistik
Logistik untuk bisnis lokal harus selaras dengan pertumbuhan penjualan. Ketika growth sales meningkat, kebutuhan bahan baku, kapasitas penyimpanan, dan pengiriman ikut bertambah.
Sebaliknya, jika growth sales menurun, mungkin perlu penyesuaian jumlah pembelian agar tidak terjadi overstock. Barang yang terlalu lama di gudang bisa menambah biaya penyimpanan dan mengganggu arus kas.
Dengan rutin menghitung growth sales, pelaku usaha bisa:
- Mengatur ulang jadwal pengadaan barang
- Menyesuaikan jumlah produksi
- Mengoptimalkan rute pengiriman
- Mengevaluasi efektivitas promosi
Insight untuk Perencanaan Usaha
Growth sales yang tinggi tentu menggembirakan. Namun perlu dilihat juga dari sisi profit dan biaya operasional. Penjualan meningkat belum tentu margin ikut naik jika biaya logistik membengkak.
Misalnya usaha frozen food yang memperluas distribusi ke luar kota. Penjualan naik karena pasar lebih luas, tetapi biaya pengiriman berpendingin juga meningkat. Di sini penting untuk membandingkan growth sales dengan kenaikan biaya logistik.
Coba evaluasi usaha Anda. Apakah pertumbuhan penjualan selama ini sudah dihitung secara rutin, atau hanya dilihat dari omzet kasar setiap bulan?
Dengan data growth sales yang konsisten, perencanaan jangka menengah jadi lebih realistis. Anda bisa memperkirakan kebutuhan gudang tambahan, merekrut staf operasional, atau menambah armada distribusi dengan perhitungan yang matang.
Mengajak Diskusi
Menarik untuk melihat bagaimana setiap bisnis lokal memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Ada yang melonjak saat musim tertentu, ada juga yang stabil sepanjang tahun.
Bagaimana dengan usaha yang Anda jalankan? Apakah growth sales menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir? Dan jika iya, apakah sistem logistik sudah mendukung pertumbuhan tersebut?
Menghitung growth sales secara rutin membantu kita membaca arah perkembangan usaha. Dengan menggabungkan analisis penjualan dan strategi logistik yang tepat, bisnis lokal bisa tumbuh lebih terstruktur dan siap menghadapi perubahan pasar.