Apa Itu Cash Ratio dan Bagaimana Cara Menggunakannya

Jon E8

Member
Dalam menjalankan bisnis lokal, fokus kita sering terbagi antara penjualan, stok, dan operasional harian. Namun ada satu hal yang tidak kalah penting, yaitu memastikan kondisi kas benar-benar aman. Di sinilah cash ratio punya peran penting.

Cash ratio adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan bisnis untuk membayar kewajiban jangka pendek hanya dengan kas dan setara kas yang tersedia. Artinya, rasio ini melihat seberapa siap bisnis Anda menghadapi tagihan yang jatuh tempo tanpa harus menjual aset atau menunggu pembayaran dari pelanggan.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap dan teknis, Anda bisa membaca referensi ini: Apa Itu Cash Ratio dan Bagaimana Cara Menggunakannya dalam Analisis Keuangan?.

Kenapa Cash Ratio Penting untuk Bisnis Lokal?
Bayangkan Anda memiliki usaha distributor sembako. Setiap minggu harus membayar supplier, gaji karyawan, dan biaya operasional seperti listrik dan transportasi. Di sisi lain, sebagian pelanggan mengambil barang dengan sistem tempo 14 atau 30 hari.

Secara penjualan, angka terlihat bagus. Namun ketika supplier menagih sementara pembayaran dari pelanggan belum masuk, posisi kas bisa terasa sempit. Di titik inilah cash ratio membantu Anda membaca kondisi likuiditas secara lebih realistis.

Cash ratio dihitung dengan membagi total kas dan setara kas dengan total kewajiban lancar. Jika hasilnya 1, artinya kas yang tersedia cukup untuk menutup seluruh kewajiban jangka pendek. Jika di bawah 1, Anda perlu lebih waspada.

Apakah setiap bisnis harus punya cash ratio di atas 1? Tidak selalu. Tapi memahami angkanya membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih tenang.

Contoh Konkret di Bisnis Sehari Hari
Misalnya Anda punya usaha laundry kiloan. Dalam satu bulan, total kewajiban jangka pendek mencapai 20 juta rupiah, terdiri dari gaji karyawan, sewa tempat, dan pembelian deterjen. Sementara kas yang tersedia saat ini hanya 12 juta rupiah.

Cash ratio Anda berarti 12 juta dibagi 20 juta, hasilnya 0,6. Angka ini memberi sinyal bahwa jika semua tagihan harus dibayar sekaligus, kas belum cukup menutupnya.

Dari situ, Anda bisa mulai berpikir strategis. Apakah perlu mempercepat penagihan ke pelanggan korporat? Apakah perlu menunda pembelian alat baru? Atau mungkin menyiapkan dana cadangan khusus untuk operasional rutin?

Dengan melihat angka cash ratio secara rutin, keputusan semacam ini jadi lebih terarah.

Hubungannya dengan Logistik dan Operasional
Dalam konteks logistik bisnis lokal, cash ratio berkaitan erat dengan pengelolaan persediaan dan pembayaran supplier. Misalnya pada bisnis retail bahan bangunan, pembelian stok dalam jumlah besar memang bisa menekan harga beli. Namun jika terlalu agresif tanpa mempertimbangkan kas, risiko tekanan likuiditas meningkat.

Begitu juga pada usaha kuliner yang harus rutin membeli bahan baku segar. Pengaturan jadwal pembelian, negosiasi tempo pembayaran dengan supplier, dan pengelolaan stok yang efisien berpengaruh langsung pada kondisi kas.

Apakah Anda pernah merasa penjualan naik tetapi kas tetap terasa tipis? Bisa jadi perputaran piutang terlalu lambat atau stok terlalu banyak tertahan di gudang. Cash ratio membantu mengungkap kondisi ini dengan angka yang jelas.

Cara Menggunakan Cash Ratio Secara Praktis
Pertama, hitung secara berkala. Minimal sebulan sekali, atau bahkan mingguan untuk bisnis dengan arus kas cepat seperti F and B atau retail.

Kedua, bandingkan dengan periode sebelumnya. Apakah cash ratio membaik atau menurun? Tren lebih penting daripada satu angka tunggal.

Ketiga, gunakan sebagai bahan diskusi internal. Saat merencanakan ekspansi cabang atau pembelian kendaraan operasional, lihat dulu dampaknya terhadap kas. Apakah langkah tersebut membuat cash ratio terlalu rendah?

Keempat, kombinasikan dengan rasio lain seperti current ratio atau quick ratio agar gambaran kondisi keuangan lebih menyeluruh.

Insight untuk Pengambilan Keputusan
Cash ratio memberi perspektif yang lebih konservatif dalam menilai kesehatan keuangan. Rasio ini fokus pada kas nyata yang bisa langsung digunakan. Untuk bisnis lokal yang menghadapi fluktuasi permintaan dan tantangan logistik, pendekatan ini sangat relevan.

Coba refleksikan kondisi bisnis Anda saat ini. Jika ada situasi darurat seperti penurunan penjualan mendadak atau kenaikan harga bahan baku, apakah kas yang tersedia cukup untuk bertahan beberapa bulan?

Dengan memahami cash ratio, Anda tidak hanya melihat laporan laba rugi, tetapi juga memastikan bisnis punya napas yang cukup panjang.

Mengelola logistik, stok, dan keuangan memang saling terhubung. Saat arus kas sehat, operasional lebih lancar dan ruang untuk berkembang semakin terbuka.

Bagaimana kondisi cash ratio di bisnis Anda sekarang? Sudah pernah dihitung secara rutin atau masih mengandalkan feeling semata? Diskusi ringan soal ini sering membuka cara pandang baru dalam mengelola usaha secara lebih matang.
 
Loading...
Top